Perdana Menteri India Minta Maaf Terkait Penerapan Lockdown yang Kacau

India dan Kebijakan Lockdown yang Berujung Kacau Balau
Sumber Gambar: Google.com

Atas penerapan Lockdown yang dilakukan oleh India dalam upaya pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19), membuat Perdana Menteri India, Narendra Modi meminta maaf.

"Terutama ketika saya melihat saudara-saudari saya yang malang, saya pasti merasa bahwa mereka pasti berpikir, 'perdana menteri seperti apa yang telah menempatkan kami dalam kesulitan ini?'. Saya, utamanya, meminta maaf pada mereka." kata Modi, dilansir dari laman BBC, Senin (30/3).

Hal ini dilakukan Modi karena ia memahami bahwa kebijakan itu tentu akan sangat berdampak bagi rakyat kecil dan ia menyebutkan bahwa memang tidak ada cara lain.

"Mungkin banyak yang akan marah kepada saya karena dikurung di rumah mereka. Saya mengerti masalah anda tetapi tidak ada cara lain untuk berperang melawan Virus Corona. Ini adalah pertempuran hidup dan mati dan kita harus memenangkannya." tambah Modi.

Seperti yang diketahui, India kini menerapkan total Lockdown untuk tiga minggu ke depan yang dimulai sejak hari Selasa minggu lalu. Semua bisnis yang tidak penting, kecuali makanan dan obat-obatan, telah ditutup dan hampir semua pertemuan publik dilarang.

Lockdown telah memicu eksodus dari kota-kota besar seperti Delhi, di mana ribuan pekerja migran berangkat dalam perjalanan panjang kembali ke desa asal mereka setelah transportasi dihentikan.

Terkait bantuan kepada rakyat miskin, India telah menyiapkan anggaran sebesar USD 22 miliar (Rp361 triliun) - bantuan termasuk uang tunai dan makanan.

Dimana akibat Virus Corona ini, India mencatatkan sekitar 1.000 kasus dan 25 kematian. Namun, para ahli meyakini bahwa jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi. Pasalnya, India merupakan negara dengan tingkat pengujian terendah di dunia.

Sumber: Akurat.co

Komentar