| Sumber: Surabaya Tribunnews |
Kali ini di malam 19 Februari, Supermoon terbesar 2019 akan muncul di langit malam. Menurut para peneliti, jaraknya hanya 221.681 mil jauhnya dari Bumi dan karena pendekatan yang dekat ini Supermoon akan tampak lebih besar dan lebih terang daripada bulan purnama lainnya.
Bulan purnama di bulan Februari akan menjadi supermoon terbesar tahun ini, semakin dekat ke Bumi daripada di titik lainnya pada 2019.
"Beberapa astronom menganggap 'Supermoons' sebagai hype media, tetapi bagi saya, apa pun yang mendorong orang untuk menatap adalah cara yang bagus untuk melibatkan kembali orang-orang dengan langit malam," kata astronom Paul Cox yang dilansir dari laman Newsweek.
Supermoon adalah istilah yang merujuk pada dua peristiwa surgawi bulan purnama dan bulan perigee atau dikenal sebagai pendekatan terdekat ke Bumi. Saat Bulan mengorbit Bumi, jarak antara dua benda berubah. Titik terjauhnya, yang dikenal sebagai apogee, berjarak sekitar 238.000 mil. Ketika ini bertepatan dengan bulan purnama, itu dikenal sebagai micromoon.
Sementara bulan purnama di bulan Februari adalah pertengahan dari tiga supermon berturut-turut. Bulan Januari bertepatan dengan gerhana bulan total yang merupakan suatu peristiwa di mana bulan melewati langsung melalui bayangan Bumi. Ketika ini terjadi, cahaya dari Matahari membias di sekitar Bumi, membuat bulan tampak merah.
Bahkan para Peneliti juga mencatat bahwa selama supermoon, gelombang pasang perigean akan terjadi. Ini adalah "pasang lebih tinggi dari normal" dan hasil dari peningkatan tarikan gravitasi Bulan di lautan.
"Perbedaan terbesar terjadi di daerah-daerah tertentu di pantai seperti Alaska di mana kisaran pasang naik sekitar enam inci," katanya.
Namun ternyata akan ada Supermoon berikutnya yang akan berlangsung pada 21 Maret 2019 mendatang.
Sumber: akurat.co
Komentar
Posting Komentar