| Sumber: Mukhamad Misbakhun |
Dalam beberapa bulan belakangan ini kasus Misbakhun kembali menjadi perbincangan, karena adanya kasus Misbakhun korupsi ini kembali muncul ketika adanya sebuah artikel yang ditulis oleh media daring asing Asia Sentinel yang kemudian diungkap langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief. Andi Arief menuliskan cuittan ini, ia terus menyerang Misbakhun dengan kasus Misbakhun yang lama.
"Kasus century diulang-ulang. Tanya sama mantan napi kasus century Misbakhun yang paham soal century, karena dia dan perusahaannya yang menjadi pelaku," ucap Andi dalam akun Twitternya, @AndiArief.
Bahkan dalam cuitannya itu, Andi menyebutkan bahwa Politikus Partai Golkar Mukhamad Misbakhun adalah orang dibalik artikel media asing, Asia Sentinel karena tuduhanakan kasus Misbakhun korupsi pernah melayang ke dirinya. Artikel yang pernah menjadi bahasan itu sebenarnya berisi tentang skandal Century dan skandal besar pada masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Soal tuduhan yang disampaikan silakan tanya ke Mas Andi Arief lagi. Kan dia yang melempar isu itu. Silahkan dia yang membuktikan. Selama ini kan dia sukanya menuduh tanpa bukti. Bicara soal Jenderal Kardus, bicara soal mahar politik semua isu yang dia lemparkan lenyap begitu saja tanpa bukti," ucap Misbakhun, Kamis (13/9).
Dalam artikel yang dituduhkan Andi, berisi tentang hasil investigasi pencucian uang yang terjadi pada masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) oleh Bank Century, yang sebenarnya artikel itu sendiri ditulis oleh John Berthelsen yang juga pendiri dari Asia Sentinel dan tidak ada kaitannya dengan Misbakhun korupsi ataupun dengan kasus Misbakhun sendiri.
"Perihal tulisan di Asia Sentinel itu juga tidak sepenuhnya baru, karena sudah menjadi temuan audit investigasi BPK dan Pansus Angket DPR 2009-2014. Semua juga sudah terpublikasi," pungkasnya.
Menurut Anggota DPR RI itu, John Berthelsen tidak hanya menulis artikel tentang skandal Century, tetapi juga menulis artikel tentang skandal besar di negara lainnya, karena fokusnya hanya pada skandal-skandal besar di negara lain. Soal mengaitkan kasus Misbakhun dan Century dengan dirinya, bekas politikus PKS itu menegaskan bahwa jelas ia sama sekali tidak terkait dengan kasus Century ini sesuai hasil putusan pada tingkat Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung.
"Saya bebas murni pada tahun 2012. Di putusan PK tersebut, sangat jelas dibatalkan semua putusan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Kasasi sehingga semua putusan yang menghukum saya dibatalkan dan nama baik saya sudah direhabilitasi lewat putusan pengadilan tingkat PK tersebut," jelasnya.
Menurut Mukhamad Misbakhun juga bahwa dirinya tak punya kekuasaan untuk menggerakkan media asing apalagi ini tidak ada sangkut pautnya dengan Misbakhun korupsi dan kasus Misbakhun lainnya seperti yang dituduhkan oleh Wasekjen Demokrat itu.
Komentar
Posting Komentar