
Setelah dilakukannya inspeksi harga bawang putih oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah pada Senin (10/2/2020), harga bumbu dapur yang ada di pasaran sekitar Semarang dan Jawa Tengah kini berangsur turun.
Melansir dari laman Ayosemarang, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pertama kali datang ke Pasar Johar Semarang menemukan fakta bahwa bawang putih yang mulanya dijual Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram, kini harganya justru turun, menjadi Rp29.000 per kilogram. Hal itu diungkapkan oleh seorang pedagang, Narti.
"Informasi dari Surabaya sudah mulai turun harganya. Jadi di sini ya menyesuaikan saja harganya sekitar Rp35.000 per kilogram. Dua minggu kemarin harganya sekitar Rp45.000 - Rp46.000 per kilogram," ujarnya.
Dari sisi pedagang, ia mengaku mengalami kerugian. Karena, stok yang ia jual hari ini dibelinya dengan harga lumayan tinggi. Namun, ia menyadari hal itu bagian dari bisnis.
Kabid Perdagangan dalam Negeri Disperindag Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Santoso mengatakan, inspeksi dilakukan oleh tim yang terdiri dari Biro Perekonomian Setda Provinsi Jateng, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Perwakilan Bank Indonesia dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, memang untuk menindaklanjuti kenaikan bawang putih beberapa hari belakangan. Dia menyebut, kenaikan harga bawang putih dikarenakan isu virus korona.
"Namun hal itu tak terbukti (isu virus Korona), kemarin ada rapat di Jakarta rekomendasi (impor) sudah dikeluarkan. Dan dengan itu, harga sudah berangsur-angsur turun," kata dia.
Terkait kecukupan stok bawang putih, Santoso bilang tidak ada kekhawatiran soal itu. Lantaran, pengadaan impor sudah ditentukan dari pusat, terkait kebutuhan tiap-tiap daerah. Menjawab adanya keluhan pedagang, Santoso menjawab itu adalah bagian dari mekanisme pasar.
Kasubdit Industri, Perdagangan dan Investasi Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Benny Setyowadi menyebut, masyarakat tak perlu khawatir terkait harga bawang putih. Dari pantauan, harga bawang berangsur normal.
"Sampai saat ini belum ada indikasi penimbunan. Stok masih aman, harga pun stabil. Kami dari Satgas Pangan akan terus melakukan pemantauan. Hingga saat ini belum ditemukan indikasi ada penimbunan," pungkasnya
Sumber: Ayosemarang.com
Komentar
Posting Komentar